Turki Simpan Kerajaan Kuno Tinggalkan Prasasti

Turki Simpan Kerajaan Kuno Tinggalkan Prasasti

duniaserbaserbi.web.id Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Turki Simpan Kerajaan Kuno Tinggalkan Prasasti. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Turki Simpan Kerajaan Kuno Tinggalkan Prasasti

Prasasti dari tanah liat berusia 4.000 tahun yang bertuliskan aksara Anatolia kuno telah ditemukan di Turki.Menurut Fikri Kulakoglu, seorang guru besar arkeologi di Universitas Ankara sekaligus kepala tim penggalian, penggalian dilakukan di Provinsi Kayseri, sebelah tenggara Ankara, Turki, di sebuah bukit di kompleks pemakaman.Penggalian selama 70 tahun di bukit pemakaman Kultepe, 25 kilometer dari timur laut Kayseri, telah menghasilkan sebanyak 23.000 prasasti dengan tulisan kuno.

“Ini adalah prasasti tulis pertama di Anatolia. Orang-orang Anatolia belajar membaca dan menulis di Kultepe. Orang-orang melek aksara pertama di Anatolia berasal dari Kayseri,” jelas Kulagoklu.Banyak prasasti yang ditemukan merupakan hasil latihan menulis oleh anak-anak. Tulisan-tulisan dalam prasasti tersebut disebutkan menyerupai tanda instruksi baca di sekolah-sekolah.Kulakoglu menambahkan bahwa prasasti dari penggalian Kultepe termasuk yang paling langka di dunia.Kultepe telah ditunjuk sebagai kandidat untuk Daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 2014.

Menurut situs UNESCO, situs Kultepe adalah ibu kota Kerajaan Kanesh Kuno, yang merupakan pusat sebuah jaringan kompleks koloni perdagangan Asyur di milenium ke-2 Sebelum Masehi.Sekitar 2.800 tahun silam, ada seorang raja yang menggulingkan kerajaan besar. Namun, kisahnya terlupakan karena prasasti yang mengukir sejarah itu hilang entah ke mana. Beruntung petani di Turki tengah menemukannya di saluran irigasi yang baru dikeruk. Melihat benda yang tidak biasa, petani itu membimbing sekelompok arkeolog ke lokasi penemuan pada musim panas tahun lalu.Prasasti tersebut berkaitan dengan kerajaan kuno yang mengalahkan Midas, sang Raja Frigia. Dalam mitologi Yunani, Midas dikenal sebagai raja yang sentuhan tangannya mampu mengubah apapun menjadi emas. Hanya saja, menurut prasasti, sentuhan Midas tidak ada apa-apanya di hadapan pasukan militer Raja Hartapu. Penguasa itu sukses menaklukkan Frigia.

“Baru sekarang kami mendengar tentang kerajaan ini,” James Osborne, assistant professor Arkeologi Anatolia di Universitas Chicago, menyatakan. “Kami tiba-tiba saja memiliki informasi baru dan mendalam seputar Zaman Besi Timur Tengah.”Setelah menelusuri saluran irigasi, tim Osborne segera menyadari prasastinya bertuliskan hieroglif Luwia, bahasa Indo-Eropa kuno yang digunakan selama abad ke-9 hingga ke-7 SM. Sang petani mengangkat prasasti dengan traktor, lalu arkeolog menyimpannya di museum terdekat untuk dipelajari lebih lanjut.Prasastinya dibuat untuk merayakan dan mengabadikan kemenangan Raja Hartapu. “Dewa badai mengirim raja-raja [lawan] ke keagungannya,” bunyi prasasti itu, menurut tim Osborne.

Baca Juga :Mitos Bambu Kuning

Meski nama kerajaannya belum diketahui, Raja Hartapu disebut dalam prasasti hieroglif lain yang terletak 16 km dari saluran irigasi. Ini bisa menguatkan anggapan dia memiliki pengaruh besar ribuan tahun lalu.Osborne dan rekan-rekan tergabung dalam Proyek Survei Arkeologi Daerah Konya (KRASP). Kolaborasi internasional ini berupaya mengungkap peradaban kuno yang terkubur di sekitar Konya Plain, Turki. Mereka akan kembali melakukan survei beberapa bulan lagi, dan tertarik menggali pemukiman besar Türkmen-Karahöyük.“Istana, monumen, dan perumahan sangat mungkin terkubur dalam gundukan ini,” tutur Osborne. “Penemuan prasasti [Raja Hartapu] sangat luar biasa dan tidak terduga, tapi ini baru permulaan saja.”Dikatakan bahwa semua yang disentuhnya berubah menjadi emas. Tapi takdir akhirnya menyusul Raja Midas yang legendaris, dan kronik kejatuhannya yang telah lama hilang tampaknya benar-benar muncul di Turki.Tahun lalu, para arkeolog sedang menyelidiki situs gundukan kuno di Turki tengah yang disebut Türkmen-Karahöyük, dikutip dari Science Alert, Kamis (27/2/2020).

Wilayah yang lebih luas, Dataran Konya dipenuhi dengan kota-kota metropolitan yang hilang. Meski demikian, para peneliti tidak dapat bersiap untuk apa yang akan mereka temukan.Seorang petani setempat mengatakan kepada kelompok itu bahwa sebuah kanal yang baru-baru ini dikeruk mengungkapkan keberadaan sebuah batu besar yang aneh. Ditandai dengan semacam prasasti yang tidak diketahui.”Kami bisa melihatnya masih mencuat dari air, jadi kami melompat turun ke kanal, airnya sampai pinggang kami,” kata arkeolog James Osborne dari University of Chicago.”Jelas (benda) itu kuno, dan kami mengenali naskah yang ditulisnya: Luwian, bahasa yang digunakan pada zaman Perunggu dan Besi di daerah itu.”Dengan bantuan penerjemah, para peneliti menemukan bahwa hieroglif pada blok batu kuno itu disebut stele, sebuah batu kemenangan militer. Dan bukan sembarang kemenangan militer, tetapi kekalahan Frigia, sebuah kerajaan Anatolia yang ada sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Kerajaan Phrygia diperintah oleh beberapa orang yang berbeda yang disebut Midas. Tetapi penanggalan prasasti, berdasarkan analisis linguistik, menunjukkan bahwa hieroglif blok dapat merujuk pada Raja Midas dari mitos ‘sentuhan emas’ yang terkenal.Tanda-tanda batu juga mengandung hieroglif khusus yang melambangkan bahwa pesan kemenangan datang dari raja lain, seorang pria bernama Hartapu. Hieroglif menyarankan Midas ditangkap oleh pasukan Hartapu.