Bahan Dasar Membuat kaca

Bahan Dasar Membuat Kaca

Bahan Dasar Membuat Kaca – Kaca ada salah satu barang yang bisa kita jumpai di mana saja, namun tidak banyak yang kita ketahui tentang mengenai kaca tersebut. Kaca merupakan produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari.

Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak sempat menyusun diri secara teratur.

Dari segi kimia, kaca merupakan gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali serta alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) serta proses pembentukannya.

Untuk membuat berbagai jenis kaca, digunakan pasir kaca dalam jumlah yang besar. Sebagai fluks bagi silika ini, dipakai soda abu, kerak garam, batu gamping serta gamping. Di samping itu, banyak pula dipakai oksida timbal, abu mutiara (kalsium karbonat), saltpeter, boraks, asam borat, asam trioksida, feldspar, dan fluorspar bersama berbagai jenis oksida, karbonat serta garam-garam logam lain untuk membuat kaca berwarna. Dalam operasi penyelesaian, banyak pula dipakai berbagai produk lain seperti abrasif serta asam fluorida.

Baca Juga:

Pasir yang digunakan untuk membuat kaca haruslah kuarsa yang hampir murni. Oleh karena itu, lokasi pabrik kaca biasanya ditentukan oleh lokasi endapan pasir kaca. Kandungan besinya tidak boleh melebihi 0,45% untuk barang gelas pecah belah atau 0,015% untuk kaca optic, sebab kandungan besi ini bersifat merusak warna kaca pada umumnya.
Soda (Na2O) terutama didapat dari soda abu padat (Na2CO3). Sumber lainnya merupakan bikarbonat, kerak garam, dan natriun nitrat. Yang tersebut terakhir ini sangat berguna untuk mengoksidasi besi dan untuk mempercepat pencairan. Sumber gamping (CaO) yang terpenting ialah batu gamping serta gamping bakar dari dolomite (CaCO3. MgCO3) yang berfungsi untuk memberikan MgO pada campuran.

Feldspar mempunyai rumus umum R2O. Al2O3.6SiO2, dimana R2O dapat berupa Na2O atau K2O atau campuran keduanya. Sebagai sumber Al2O3, feldspar mempunyai banyak keunggulan dibanding produk lain, karena murah, murni, dan dapat dilebur. Dan seluruhnya terdiri dari oksida pembentuk kaca. Al2O3 sendiri digunakan hanya bila biaya tidak merupakan masalah. Feldspar juga merupakan sumber Na2O atau K2O dan SiO2. Kandungan aluminanya dapat menurunkan titik cair kaca serta memperlambat terjadinya devitrifikasi.

Borax atau Natrium Tetra Borate ialah bahan campuran yg menambahkan Na2O dan boron oksida pada kaca. Walaupun tidak sering dipakai dalam kaca jendela atau kaca lembaran, natrium tetraborate sekarang banyak digunakan didalam berbagai jenis kaca pengemas. Kaca borat berindeks tinggi dan mempunyai nilai dispersi lebih rendah dan indeks refraksi yang lebih tinggi dari semua kaca yang dikenal. Kaca ini biasa digunakan untuk kaca optik. selain daya fluksnya yang kuat, boraks tak hanya bersifat menurunkan koefisien ekspansi tapi juga meningkatkan ketahanan terhadap aksi kimia. Asam borat digunakan dalam tumpak yang memerlukan hanya sedikit alkali. Harganya hampir dua kali boraks.

Kisah Romeo dan Julia

Kisah Romeo dan Julia

Kisah Romeo dan Julia – Di dunia ini sudah tidak asing lagi mendengar nama Romeo dan Julia yang kisah cintanya sangat romantis dan sedih, sekian banyaknya kisah cinta romantis dan sedih tidak ada 1 kisah pun yang bisa mengalahkan kisah Romeo dan Julia.

tragedi karya William Shakespeare yang ditulis pada awal kariernya. Tragedi ini mengisahkan sepasang mempelai muda yang saling jatuh cinta, namun terhalang karena kedua keluarga mereka saling bermusuhan. Romeo, dan Julia merupakan salah satu karya Shakespeare yang paling terkenal, dan juga merupakan salah satu karyanya yang paling sering dipentaskan selain Hamlet dan Macbeth.

Baca Juga:

Romeo dan Julia awalnya merupakan roman tragik pada zaman kuno. Cerita Romeo, dan Julia dibuat berdasarkan cerita di Italia, yang diubah menjadi sajak dalam The Tragical History of Romeus and Juliet oleh Arthur Brooke tahun 1562, dan diceritakan kembali dalam bentuk prosa pada Palace of Pleasure karya William Painter tahun 1582. Shakespeare meminjam ide dari keduanya, tetapi lebih mengembangkan karakter pendukung, terutama Mercutio dan Paris, untuk memperluas jalan cerita. Ditulis antara tahun 1591 hingga 1595, Romeo, dan Julia pertama kali dipentaskan tahun 1597.

Shakespeare menggunakan struktur dramatik. Efek seperti perubahan antara komedi, dan tragedi menjadi ketegangan yang memuncak, perluasan karakter kecil, dan penggunaan sub-plot untuk membubuhi cerita, telah dipuji sebagai salah satu tanda awal bakat dramatik Shakespeare. Drama ini berasal dari berbagai bentuk puisi, dan karakter, yang kadang-kadang mengubah jalur pengembangan karakter. Contohnya Romeo yang semakin mahir dalam menyusun soneta selama cerita berlangsung

Romeo dan Julia telah berkali-kali dipentaskan dalam bentuk drama, film, musikal, dan opera. Selama Restorasi Inggris, drama ini dihidupkan kembali, dan direvisi oleh William Davenant. David Garrick juga mengubah beberapa bagian, dan adaptasi opera oleh Georg Benda menghilangkan banyak aksi, dan menambah akhir yang bahagia. Penampilan pada abad ke-19, seperti oleh Charlotte Cushman, menggunakan naskah asli Romeo, dan Julia, dan lebih fokus pada realisme yang lebih besar. Pada abad ke-20, Romeo, dan Julia telah diadaptasi kedalam berbagai versi seperti film Romeo and Juliet tahun 1936. Di Indonesia sendiri, terjemahan ke dalam bahasa Indonesianya yang berjudul Romeo, dan Julia dilakukan oleh Trisno Sumardjo.

Kisah Hantu Baju Merah

Kisah Hantu Baju Merah

Kisah Hantu Baju Merah – Di dunia ini memiliki dua dunia yaitu dunia untuk manusia dan dunia untuk makhluk halus, tidak semua manusia dapat melihat makhluk halus dengan mudah begitu saja. Jika manusia melihat makhluk halus kebanyak yang terlihat oleh manusia makhluk halus yang berpakain warna putih dan sangat jarang sekali melihat makhluk halus yang berpakain warna merah.

Perkantoran Menara Saidah yang terletak di Jalan MT Haryono Jakarta Timur kini kosong tanpa penghuni. Gedung berlantai 28 ini mulai ditinggalkan oleh para penyewa, hingga akhirnya tak berpenghuni sejak tahun 2009 silam.

Selain masalah dugaan konstruksi yang bermasalah, keberadaan gedung diramaikan dengan kisah-kisah mistis yang menjadi buah bibir di masyarakat sekitar, salah satunya kehadiran hantu wanita berbaju merah.

Mantan Petugas Keamanan Menara Saidah, Rahmat mengakui bahwa fenomena hantu wanita berbaju merah sering terlihat berkeliling gedung.

“Hantu perempuan pakai baju merah itu selalu keliling gedung kalau malam hari, kadang juga banyak warga yang melihat nemplok di atas lantai 3,” kata Rahmat.

Baca Juga:

Hal senada juga diakui Opik, seorang warga sekitar Mendara Saidah. Opik berkisah, usai bermain bola di bagian belakang gedung, ia melihat sosok perempuan berbaju merah berdiri di lantai 3 gedung.

“Kejadian sebelum maghrib. Jelas terlihat itu perempuan pakai baju merah berdiri di lantai itu (lantai 3),” katanya sambil menunjuk ke arah lantai 3 gedung Menara Saidah.

Terlepas dari fenomena mistis tersebut, menurut Rahmat faktanya saat ini sudah tak ada lagi penyewa gedung (tenant) yang berkantor di Menara Saida. Ia tak bisa memastikan apakah fenomena itu terkait dengan bubarnya para tenant.

“Penyewa terakhir itu Bank BNI,” imbuhnya.

Menurut Rahmat, gedung Menara Saidah awalnya dimiliki oleh pengusaha pemilik Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo kemudian kepemilikannya berpindah ke keluarga Saidah.

Kemudian pengelolaannya diserahkan dari Saidah kepada Fajri Setiawan (anak ke lima Saidah). Saat dikelola oleh Keluarga Saidah, gedung ini mengalami renovasi besar-besaran salah satunya penambahan jumlah lantai.

“Proyek ini dulunya milik Mustika Ratu atas nama Mooryati Soedibyo. Dulunya bernama Menara Grasindo atau Gamlindo gitu. Lantainya ditambah hingga 28 dari 18 lantai,” katanya.

Asal Usul Lampion China

Asal Usul Lampion China

Asal Usul Lampion China – Banyak warga yang menggunakan lampion sebagi simbol penerangan pada saat perayaan imlek ataupun hari besar bagi umat china.

Sejak runtuhnya Orde baru dan memasuki era reformasi di Indonesia, semua suku bangsa dan keturunan darimanapun di Indonesia bisa menjadi masyarakat Indonesia yang seutuhnya dengan hak serta kewajiban yang sama. Demikian halnya dengan masyarakat keturunan Tionghoa yang kini tidak lagi terkucilkan dan bisa melaksanakan kegiatan kebudayaannya dengan terbuka. Apalagi sejak Gus Dur – KH Abdurrahman Wahid – Presiden RI ke-4 meresmikan Imlek sebagai salah satu libur perayaan Nasional.

Ada beberapa ciri dari Masyarakat Tionghoa yang sangat khas dan unik yaitu salah satunya Lampion yang dihiasi dirumah-rumah keturunan China saat perayaan Imlek ataupun Restoran makanan China atau Klenteng.

Baca Juga:

Sedikit terbersit dalam pikiran saya apakah ada arti Lampion sebenarnya? Memang dalam film ataupun secara fungsi lampion digunakan sebagai alat penerangan, khususnya penerangan dibagian depan rumah yang gelap maupun saat bepergian dibawa dengan tangan.

Dalam penelusuran saya hingga saat ini, belum ada literature pasti tentang siapa yang menemukan lampion atau dalam bahasa Inggrisnya Chinese Lantern / Lentera Berwarna, namun dalam kebudayaannya dituliskan bahwa budaya Lampion sudah dikenal sejak jaman Dynasty Han, tepatnya jaman Dynasty Han Barat (206SM – 220M) sekitar 2000thn yang lalu dan selalu digunakan pada setiap acara gembira.

Setiap tahunnya pada jaman itu, setiap orang China memasang lentera berwarna (Lentera Putih adalah tanda perkabungan/lentera tak berwarna) saat tanggal kelima belas dari bulan pertama untuk menciptakan suasana meriah. Salah satu alasannya adalah pada tanggal ini juga dikenal dengan Cap Go Meh yaitu reuni keluarga besar yang tinggal berjauhan, sehngga lentera berwarna juga dikenal sebagai simbol reuni/pertemuan yang berbahagia.

Pelak Bekas Termahal Didunia

Pelak Bekas Termahal Didunia

Pelak Bekas Termahal Didunia – Banyak tidak kita ketahui tentang ke unikan barang bekas yang bisa menjadi lebih mahal dari barang baru, di karenakan bahan-bahan bekas lebih tahan lama dari pada bahan-bahan baru.

Anda mungkin pernah mendengar biaya ganti oli Bugatti yang sangat mahal. Tidak tanggung-tanggung, untuk mengganti oli hypercar tersebut biayanya mencapai Rp 290 jutaan. Lantas bagaimana dengan biaya yang lain, misalkan ganti pelek?

Baru-baru ini ada pengguna situs jual beli Ebay yang menjual pelek asli dari Bugatti Veyron. Dengan kondisi mulus dan ban 85%, komponen tersebut dibanderol USD1 juta, sekitar Rp1,4 miliaran.

Untuk penggantian keempat bannya, setiap 4.000 km sekali, pemilik Bugatti Veyron harus mengeluarkan biaya sebesar US$30.000 atau sekitar Rp450 jutaan.

Bahkan, biaya servis rutin setiap setahun sekali bisa setara varian termurah Honda CR-V, USD30.000, sekitar Rp418 jutaan.

Baca Juga:

Wajar saja, harga terendah Bugatti Veyron saat ini bisa mencapai USD1,5 jutaan atau setara Rp21 miliaran. Tentunya desain, performa, dan kebanggaan yang ditawarkan berbeda dengan mobil lainnya.

Bila kita kita perhatikan pada pelek mobil atau motor yang sudah ganti ban, biasanya kita akan menemukan benda kecil yang melekat di pelek. Benda apa itu sebenarnya?

Ukurannya kecil, kira-kira setengah kelingking. Biasanya logam itu berbentuk persegi panjang.Bagi yang belum tahu, logam tersebut adalah timah yang kerap digunakan saat balancing roda.

“Logam itu timah, kalau bengkel lain mungkin ada yang pakai bahan logam lain,” ujar Adi, mekanik di bilangan Pos Pengumben, Jakarta Selatan.

Buat apa timah itu menempel dan apa hubungannya dengan balancing roda?Balancing roda sendiri diperlukan waktu mobil terasa bergetar, terutama pada kecepatan tinggi.

Yang terjadi biasanya, bobot pelek pada roda sudah tidak seimbang. Lalu proses balancing diperlukan dengan mencopot roda-roda di mobil dan memasukkannya ke mesin berputar yang dipasangi sensor.

Sensor akan membaca jika ban secara bobot tidak di titik nol saat dipasang secara vertikal di mesin. Untuk itulah, logam tadi dipasang untuk menyeimbangkan bobot.

“Lebih mantap buat keseimbangan. Jadi disetel di mesin ketahuan. Jadinya hasilnya seimbang,” tambahnya.

Mengapa hal ini diperlukan? Roda yang bergetar bukan hanya menyisakan rasa tidak nyaman saat berkendara.

Tanpa disadari, roda bergetar juga berpengaruh pada sistem suspensi mobil. Efeknya, balljoint, shockabsorber, tie rod, dan bushing-bushing bisa lebih cepat aus. Yang ada, efeknya ke faktor keselamatan dan uang.