Apa itu PTSD (Gangguan Stress Pasca Trauma)

Apa itu PTSD (Gangguan Stress Pasca Trauma)

duniaserbaserbi.web.id – Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau disebut juga Gangguan Stress Pasca Trauma merupakan penyakit mental yang mampu mempengaruhi banyak orang.

Data statistik WHO menunjukkan 300 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan depresi dan 260 juta orang menderita gangguan kecemasan. Gangguan stres pasca trauma adalah kondisi mental berkembang setelah si penderitanya mengalami kejadian traumatis.

Kejadian traumatis yang dimaksud sangat banyak, bisa trauma karena kecelakaan, kehilangan sesuatu yang berharga, pelecehan seksual, perang dan sebagainya.

Meskipun ada banyak orang yang pulih dari gejala PTSD secara singkat, beberapa orang yang mengalami gejala PTSD tidak dapat mengatasinya selama berbulan-bulan atau bahkan lebih lama.

Baca juga : Bahan Dasar Membuat Kaca

Penderita PTSD yang sulit mengobati traumanya secara tidak sadar mengembangkan ketakutan irasional dan akan merasa terancam dalam kondisi normal. Jelas hal tersebut sangat membutuhkan bantuan dari profesional.

Ada empat ciri orang yang terkena efek PTSD. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua orang yang baru mengalami kejadian traumatis langsung terlihat terkena gejala PTSD, banyak dari penderitanya baru terlihat satu bulan kemudian atau lebih.

Berikut adalah ciri-ciri orang yang terkena PTSD:

1. Selalu merasa dihantui gejala tersebut

Penderitanya akan selalu teringat kembali momen traumatis yang pernah menimpa dirinya, melalui kilas balik, mimpi buruk, pikiran menakutkan, dan sebagainya. Jelas, hal tersebut akan menghambat aktivitas rutin mereka. Pemicunya bisa dari pikiran mereka sendiri atau benda-benda yang ada di sekitarnya mengingatkannya kembali pada kejadian tersebut.

2. Gejala penghindaran

Penderitanya akan mencoba sebaik mungkin untuk mengisolasi diri mereka dari peristiwa, benda, tempat atau bahkan perasaan juga pikiran yang mengingatkan mereka tentang kejadian traumatis yang mereka alami. Gejala-gejala ini juga secara signifikan mengganggu aktivitas di dalam kehidupan mereka sehari-hari dan bisa sangat sulit untuk diatasi.

3. Reaktivitas atau gejala gairah

Dalam kondisi ini, orang yang mengekspresikan kelelahan, ketegangan atau kecemasan yang tidak terkendali, tidak dapat tidur dengan baik, memiliki frekuensi perubahan suasana hati dan ledakan suasana hati yang tidak normal atau selalu khawatir tentang peristiwa berbahaya yang terjadi (hiper-rangsangan). Sebagai akibatnya, mereka mungkin menggunakan narkoba dan kegiatan tidak sehat untuk mengatasi gejala PTSD ini.

4. Gejala kognitif

Gejala ini juga termasuk kesulitan dalam mengingat atau berkonsentrasi, kehilangan minat dalam kegiatan yang pernah mereka nikmati, menyalahkan diri sendiri atau merasa bersalah, merasa tidak bahagia dan hampa, bersikap skeptis terhadap niat orang lain, dan berpikir negatif secara umum hampir pada semua hal. Gejala-gejala ini dapat dengan cepat memburuk dan membuat si penderita menarik diri atau mengasingkan diri dari keluarga, teman, dan sebagainya.

Hasil paling umum dari pengembangan gejala-gejala tersebut adalah depresi, kecemasan, keputusasaan, kecanduan narkoba dan gejala-gejala fisik lainnya seperti rasa sakit, kehidupan pribadi dan hubungan pribadi, dan lain-lain.

Bagaimana cara mengatasi atau mengobatinya? PTSD tidak cukup diobati dengan mendatangi seorang dokter dan segera mengobatinya.

Anda harus berbicara dan datang kepada seorang terapis yang berkualifikasi untuk melakukan psikoterapi. Psikoterapi merupakan solusi pertama untuk mengobati gelaja PTSD.

Ada juga obat-obatan yang tersedia untuk penyakit mental ini. Tetapi, beberapa obat memiliki sifat adiktif sehingga Anda harus mendapatkan obat-obatan ini sesuai dengan yang ditentukan oleh psikoterapis.

Bahan Dasar Membuat kaca

Bahan Dasar Membuat Kaca

Bahan Dasar Membuat Kaca – Kaca ada salah satu barang yang bisa kita jumpai di mana saja, namun tidak banyak yang kita ketahui tentang mengenai kaca tersebut. Kaca merupakan produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari.

Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak sempat menyusun diri secara teratur.

Dari segi kimia, kaca merupakan gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali serta alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) serta proses pembentukannya.

Untuk membuat berbagai jenis kaca, digunakan pasir kaca dalam jumlah yang besar. Sebagai fluks bagi silika ini, dipakai soda abu, kerak garam, batu gamping serta gamping. Di samping itu, banyak pula dipakai oksida timbal, abu mutiara (kalsium karbonat), saltpeter, boraks, asam borat, asam trioksida, feldspar, dan fluorspar bersama berbagai jenis oksida, karbonat serta garam-garam logam lain untuk membuat kaca berwarna. Dalam operasi penyelesaian, banyak pula dipakai berbagai produk lain seperti abrasif serta asam fluorida.

Baca Juga:

Pasir yang digunakan untuk membuat kaca haruslah kuarsa yang hampir murni. Oleh karena itu, lokasi pabrik kaca biasanya ditentukan oleh lokasi endapan pasir kaca. Kandungan besinya tidak boleh melebihi 0,45% untuk barang gelas pecah belah atau 0,015% untuk kaca optic, sebab kandungan besi ini bersifat merusak warna kaca pada umumnya.
Soda (Na2O) terutama didapat dari soda abu padat (Na2CO3). Sumber lainnya merupakan bikarbonat, kerak garam, dan natriun nitrat. Yang tersebut terakhir ini sangat berguna untuk mengoksidasi besi dan untuk mempercepat pencairan. Sumber gamping (CaO) yang terpenting ialah batu gamping serta gamping bakar dari dolomite (CaCO3. MgCO3) yang berfungsi untuk memberikan MgO pada campuran.

Feldspar mempunyai rumus umum R2O. Al2O3.6SiO2, dimana R2O dapat berupa Na2O atau K2O atau campuran keduanya. Sebagai sumber Al2O3, feldspar mempunyai banyak keunggulan dibanding produk lain, karena murah, murni, dan dapat dilebur. Dan seluruhnya terdiri dari oksida pembentuk kaca. Al2O3 sendiri digunakan hanya bila biaya tidak merupakan masalah. Feldspar juga merupakan sumber Na2O atau K2O dan SiO2. Kandungan aluminanya dapat menurunkan titik cair kaca serta memperlambat terjadinya devitrifikasi.

Borax atau Natrium Tetra Borate ialah bahan campuran yg menambahkan Na2O dan boron oksida pada kaca. Walaupun tidak sering dipakai dalam kaca jendela atau kaca lembaran, natrium tetraborate sekarang banyak digunakan didalam berbagai jenis kaca pengemas. Kaca borat berindeks tinggi dan mempunyai nilai dispersi lebih rendah dan indeks refraksi yang lebih tinggi dari semua kaca yang dikenal. Kaca ini biasa digunakan untuk kaca optik. selain daya fluksnya yang kuat, boraks tak hanya bersifat menurunkan koefisien ekspansi tapi juga meningkatkan ketahanan terhadap aksi kimia. Asam borat digunakan dalam tumpak yang memerlukan hanya sedikit alkali. Harganya hampir dua kali boraks.

Kisah Romeo dan Julia

Kisah Romeo dan Julia

Kisah Romeo dan Julia – Di dunia ini sudah tidak asing lagi mendengar nama Romeo dan Julia yang kisah cintanya sangat romantis dan sedih, sekian banyaknya kisah cinta romantis dan sedih tidak ada 1 kisah pun yang bisa mengalahkan kisah Romeo dan Julia.

tragedi karya William Shakespeare yang ditulis pada awal kariernya. Tragedi ini mengisahkan sepasang mempelai muda yang saling jatuh cinta, namun terhalang karena kedua keluarga mereka saling bermusuhan. Romeo, dan Julia merupakan salah satu karya Shakespeare yang paling terkenal, dan juga merupakan salah satu karyanya yang paling sering dipentaskan selain Hamlet dan Macbeth.

Baca Juga:

Romeo dan Julia awalnya merupakan roman tragik pada zaman kuno. Cerita Romeo, dan Julia dibuat berdasarkan cerita di Italia, yang diubah menjadi sajak dalam The Tragical History of Romeus and Juliet oleh Arthur Brooke tahun 1562, dan diceritakan kembali dalam bentuk prosa pada Palace of Pleasure karya William Painter tahun 1582. Shakespeare meminjam ide dari keduanya, tetapi lebih mengembangkan karakter pendukung, terutama Mercutio dan Paris, untuk memperluas jalan cerita. Ditulis antara tahun 1591 hingga 1595, Romeo, dan Julia pertama kali dipentaskan tahun 1597.

Shakespeare menggunakan struktur dramatik. Efek seperti perubahan antara komedi, dan tragedi menjadi ketegangan yang memuncak, perluasan karakter kecil, dan penggunaan sub-plot untuk membubuhi cerita, telah dipuji sebagai salah satu tanda awal bakat dramatik Shakespeare. Drama ini berasal dari berbagai bentuk puisi, dan karakter, yang kadang-kadang mengubah jalur pengembangan karakter. Contohnya Romeo yang semakin mahir dalam menyusun soneta selama cerita berlangsung

Romeo dan Julia telah berkali-kali dipentaskan dalam bentuk drama, film, musikal, dan opera. Selama Restorasi Inggris, drama ini dihidupkan kembali, dan direvisi oleh William Davenant. David Garrick juga mengubah beberapa bagian, dan adaptasi opera oleh Georg Benda menghilangkan banyak aksi, dan menambah akhir yang bahagia. Penampilan pada abad ke-19, seperti oleh Charlotte Cushman, menggunakan naskah asli Romeo, dan Julia, dan lebih fokus pada realisme yang lebih besar. Pada abad ke-20, Romeo, dan Julia telah diadaptasi kedalam berbagai versi seperti film Romeo and Juliet tahun 1936. Di Indonesia sendiri, terjemahan ke dalam bahasa Indonesianya yang berjudul Romeo, dan Julia dilakukan oleh Trisno Sumardjo.

Kisah Hantu Baju Merah

Kisah Hantu Baju Merah

Kisah Hantu Baju Merah – Di dunia ini memiliki dua dunia yaitu dunia untuk manusia dan dunia untuk makhluk halus, tidak semua manusia dapat melihat makhluk halus dengan mudah begitu saja. Jika manusia melihat makhluk halus kebanyak yang terlihat oleh manusia makhluk halus yang berpakain warna putih dan sangat jarang sekali melihat makhluk halus yang berpakain warna merah.

Perkantoran Menara Saidah yang terletak di Jalan MT Haryono Jakarta Timur kini kosong tanpa penghuni. Gedung berlantai 28 ini mulai ditinggalkan oleh para penyewa, hingga akhirnya tak berpenghuni sejak tahun 2009 silam.

Selain masalah dugaan konstruksi yang bermasalah, keberadaan gedung diramaikan dengan kisah-kisah mistis yang menjadi buah bibir di masyarakat sekitar, salah satunya kehadiran hantu wanita berbaju merah.

Mantan Petugas Keamanan Menara Saidah, Rahmat mengakui bahwa fenomena hantu wanita berbaju merah sering terlihat berkeliling gedung.

“Hantu perempuan pakai baju merah itu selalu keliling gedung kalau malam hari, kadang juga banyak warga yang melihat nemplok di atas lantai 3,” kata Rahmat.

Baca Juga:

Hal senada juga diakui Opik, seorang warga sekitar Mendara Saidah. Opik berkisah, usai bermain bola di bagian belakang gedung, ia melihat sosok perempuan berbaju merah berdiri di lantai 3 gedung.

“Kejadian sebelum maghrib. Jelas terlihat itu perempuan pakai baju merah berdiri di lantai itu (lantai 3),” katanya sambil menunjuk ke arah lantai 3 gedung Menara Saidah.

Terlepas dari fenomena mistis tersebut, menurut Rahmat faktanya saat ini sudah tak ada lagi penyewa gedung (tenant) yang berkantor di Menara Saida. Ia tak bisa memastikan apakah fenomena itu terkait dengan bubarnya para tenant.

“Penyewa terakhir itu Bank BNI,” imbuhnya.

Menurut Rahmat, gedung Menara Saidah awalnya dimiliki oleh pengusaha pemilik Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo kemudian kepemilikannya berpindah ke keluarga Saidah.

Kemudian pengelolaannya diserahkan dari Saidah kepada Fajri Setiawan (anak ke lima Saidah). Saat dikelola oleh Keluarga Saidah, gedung ini mengalami renovasi besar-besaran salah satunya penambahan jumlah lantai.

“Proyek ini dulunya milik Mustika Ratu atas nama Mooryati Soedibyo. Dulunya bernama Menara Grasindo atau Gamlindo gitu. Lantainya ditambah hingga 28 dari 18 lantai,” katanya.

Asal Usul Lampion China

Asal Usul Lampion China

Asal Usul Lampion China – Banyak warga yang menggunakan lampion sebagi simbol penerangan pada saat perayaan imlek ataupun hari besar bagi umat china.

Sejak runtuhnya Orde baru dan memasuki era reformasi di Indonesia, semua suku bangsa dan keturunan darimanapun di Indonesia bisa menjadi masyarakat Indonesia yang seutuhnya dengan hak serta kewajiban yang sama. Demikian halnya dengan masyarakat keturunan Tionghoa yang kini tidak lagi terkucilkan dan bisa melaksanakan kegiatan kebudayaannya dengan terbuka. Apalagi sejak Gus Dur – KH Abdurrahman Wahid – Presiden RI ke-4 meresmikan Imlek sebagai salah satu libur perayaan Nasional.

Ada beberapa ciri dari Masyarakat Tionghoa yang sangat khas dan unik yaitu salah satunya Lampion yang dihiasi dirumah-rumah keturunan China saat perayaan Imlek ataupun Restoran makanan China atau Klenteng.

Baca Juga:

Sedikit terbersit dalam pikiran saya apakah ada arti Lampion sebenarnya? Memang dalam film ataupun secara fungsi lampion digunakan sebagai alat penerangan, khususnya penerangan dibagian depan rumah yang gelap maupun saat bepergian dibawa dengan tangan.

Dalam penelusuran saya hingga saat ini, belum ada literature pasti tentang siapa yang menemukan lampion atau dalam bahasa Inggrisnya Chinese Lantern / Lentera Berwarna, namun dalam kebudayaannya dituliskan bahwa budaya Lampion sudah dikenal sejak jaman Dynasty Han, tepatnya jaman Dynasty Han Barat (206SM – 220M) sekitar 2000thn yang lalu dan selalu digunakan pada setiap acara gembira.

Setiap tahunnya pada jaman itu, setiap orang China memasang lentera berwarna (Lentera Putih adalah tanda perkabungan/lentera tak berwarna) saat tanggal kelima belas dari bulan pertama untuk menciptakan suasana meriah. Salah satu alasannya adalah pada tanggal ini juga dikenal dengan Cap Go Meh yaitu reuni keluarga besar yang tinggal berjauhan, sehngga lentera berwarna juga dikenal sebagai simbol reuni/pertemuan yang berbahagia.

1 2