Kisah Lahir Kembali James Leininger

Kisah Lahir Kembali James Leininger

Kisah Lahir Kembali James Leininger, kisah kelahiran kembali bukan hal yang baru di dunia. namun kisah tentang kelahiran kembali ini begitu unik dan di luar nalar manusia.

Kali ini kisah kelahiran kembali ada pada James Leininger. Berwawal dari James kecil diberikan hadiah pesawat terbang mainan dari orang tuanya. Sejak itu dia jadi terobsesi sama pesawat terbang. Tapi sekaligus jadi sering dapet mimpi buruk.

Ia menceritakan kepada kedua orang tuanya tentang mimpinya yang bercerita tentang pesawat perang, serangan peluru, dan kecelakaan yang menakutkan.

Diusia 3 tahun, saat ia menonton acara tv anak-anak tentang pesawat, ia dapat memaparkan dengan detail bagaimana cara merawat pesawat, cara menggunakannya, sampai ke bagian-bagian pesawat.

Baca juga : Reinkarnasi Ruth Simmons

Ia juga menjelaskan ke ayahnya kalau ia terbang dari landasan kapal besar bernama Natoma dan punya co-pilot bernama Jack Larson.

Karena penasaran, ayahnya mencari tahu kebenaran cerita James. Dan ternyata ia menemukan fakta soal Natoma dan berhasil mencari keberadaan Jack yang ternyata masih hidup!

Kemudian ia menceritakan kepada ayahnya kalau ia meninggal di Iwo Jima. Sampai akhirnya sang ayah menemukan satu cerita yang hampir sama pada pilot bernama James M. Huston Jr. yang meninggal pada peristiwa tersebut.

Ia segera menghubungi keluarga pilot tersebut dan memberikan gambar pesawat James 3 yang sering digambar anaknya.

Faktanya, adik pilot tersebut mengirim foto pesawat asli yang dikirim angkatan udara setelah saudaranya meninggal. Dan foto dengan gambar tersebut ternyata sama persis.

Reinkarnasi Ruth Simmons

Reinkarnasi Ruth Simmons

duniaserbaserbi.web.id – Reinkarnasi Ruth Simmons, Salah satu kisah reinkarnasi yang paling terkenal adalah bahwa dari Ruth Simmons. Pada tahun 1952, ia menjalani serangkaian sesi hipnosis selama terapisnya, Morey Bernstein, kemunduran kembali ke kelahirannya.

Dia tiba-tiba mulai berbicara dengan aksen Irlandia berat dan ingat banyak detail spesifik dari hidupnya sebagai Bridey Murphy, yang pernah tinggal di Belfast, Irlandia pada abad ke-19.

Tidak banyak hal yang ia sebutkan dapat diverifikasi. Namun, ia teringat dua orang dari siapa ia digunakan untuk membeli makanan-nya Mr John Carrigan dan Mr Farr. Direktori kota untuk 1865-1866 mencantumkan dua individu sebagai pedagang. Kisah ini ditampilkan dalam sebuah film dari tahun 1956 berjudul The Search for Bridey Murphy.

Satu dari hasil riset Ian Stevenson ialah seorang anak bernama Ravi Shankar dilahirkan 1951 di kota Kanaiy, India Utara. Ayahnya bernama Ram Gupta; sejak berumur dua tahun, si anak bersikeras bahwa ayah sebenarnya adalah seorang bankir bernama Jogeshwar. Dia juga mengatakan bahwa pada kehidupan lalunya dia dibunuh dengan digorok tenggorokannya oleh dua orang – Chaturi dan Jamahar.

Baca juga : Kisah Dorothy Eady, Biarawati Jaman Mesir Kuno

Sebagai bukti, si anak menunjuk tanda lahir di lehernya, yang memang bertanda-lahir seperti bekas luka potong. Penyelidikan kemudian membuktikan bahwa ternyata setengah mil dari kediaman mereka, ada seorang bernama Jogeshwar yang mempunyai anak laki-laki bernama Munna yang telah dibunuh, persis seperti yang digambarkan oleh Ravi Shankar.

Yang berwajib sejauh ini memang sangat mencurigai dua orang sebagai pembunuhnya, seorang binatu bernama Chaturi dan seorang bankir bernama Jamahar, namun mereka dibebaskan karena kurangnya bukti. Munna dibunuh enam bulan sebelum Ravi lahir.

Apa itu PTSD (Gangguan Stress Pasca Trauma)

Apa itu PTSD (Gangguan Stress Pasca Trauma)

duniaserbaserbi.web.id – Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau disebut juga Gangguan Stress Pasca Trauma merupakan penyakit mental yang mampu mempengaruhi banyak orang.

Data statistik WHO menunjukkan 300 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan depresi dan 260 juta orang menderita gangguan kecemasan. Gangguan stres pasca trauma adalah kondisi mental berkembang setelah si penderitanya mengalami kejadian traumatis.

Kejadian traumatis yang dimaksud sangat banyak, bisa trauma karena kecelakaan, kehilangan sesuatu yang berharga, pelecehan seksual, perang dan sebagainya.

Meskipun ada banyak orang yang pulih dari gejala PTSD secara singkat, beberapa orang yang mengalami gejala PTSD tidak dapat mengatasinya selama berbulan-bulan atau bahkan lebih lama.

Baca juga : Bahan Dasar Membuat Kaca

Penderita PTSD yang sulit mengobati traumanya secara tidak sadar mengembangkan ketakutan irasional dan akan merasa terancam dalam kondisi normal. Jelas hal tersebut sangat membutuhkan bantuan dari profesional.

Ada empat ciri orang yang terkena efek PTSD. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua orang yang baru mengalami kejadian traumatis langsung terlihat terkena gejala PTSD, banyak dari penderitanya baru terlihat satu bulan kemudian atau lebih.

Berikut adalah ciri-ciri orang yang terkena PTSD:

1. Selalu merasa dihantui gejala tersebut

Penderitanya akan selalu teringat kembali momen traumatis yang pernah menimpa dirinya, melalui kilas balik, mimpi buruk, pikiran menakutkan, dan sebagainya. Jelas, hal tersebut akan menghambat aktivitas rutin mereka. Pemicunya bisa dari pikiran mereka sendiri atau benda-benda yang ada di sekitarnya mengingatkannya kembali pada kejadian tersebut.

2. Gejala penghindaran

Penderitanya akan mencoba sebaik mungkin untuk mengisolasi diri mereka dari peristiwa, benda, tempat atau bahkan perasaan juga pikiran yang mengingatkan mereka tentang kejadian traumatis yang mereka alami. Gejala-gejala ini juga secara signifikan mengganggu aktivitas di dalam kehidupan mereka sehari-hari dan bisa sangat sulit untuk diatasi.

3. Reaktivitas atau gejala gairah

Dalam kondisi ini, orang yang mengekspresikan kelelahan, ketegangan atau kecemasan yang tidak terkendali, tidak dapat tidur dengan baik, memiliki frekuensi perubahan suasana hati dan ledakan suasana hati yang tidak normal atau selalu khawatir tentang peristiwa berbahaya yang terjadi (hiper-rangsangan). Sebagai akibatnya, mereka mungkin menggunakan narkoba dan kegiatan tidak sehat untuk mengatasi gejala PTSD ini.

4. Gejala kognitif

Gejala ini juga termasuk kesulitan dalam mengingat atau berkonsentrasi, kehilangan minat dalam kegiatan yang pernah mereka nikmati, menyalahkan diri sendiri atau merasa bersalah, merasa tidak bahagia dan hampa, bersikap skeptis terhadap niat orang lain, dan berpikir negatif secara umum hampir pada semua hal. Gejala-gejala ini dapat dengan cepat memburuk dan membuat si penderita menarik diri atau mengasingkan diri dari keluarga, teman, dan sebagainya.

Hasil paling umum dari pengembangan gejala-gejala tersebut adalah depresi, kecemasan, keputusasaan, kecanduan narkoba dan gejala-gejala fisik lainnya seperti rasa sakit, kehidupan pribadi dan hubungan pribadi, dan lain-lain.

Bagaimana cara mengatasi atau mengobatinya? PTSD tidak cukup diobati dengan mendatangi seorang dokter dan segera mengobatinya.

Anda harus berbicara dan datang kepada seorang terapis yang berkualifikasi untuk melakukan psikoterapi. Psikoterapi merupakan solusi pertama untuk mengobati gelaja PTSD.

Ada juga obat-obatan yang tersedia untuk penyakit mental ini. Tetapi, beberapa obat memiliki sifat adiktif sehingga Anda harus mendapatkan obat-obatan ini sesuai dengan yang ditentukan oleh psikoterapis.

Bahan Dasar Membuat kaca

Bahan Dasar Membuat Kaca

Bahan Dasar Membuat Kaca – Kaca ada salah satu barang yang bisa kita jumpai di mana saja, namun tidak banyak yang kita ketahui tentang mengenai kaca tersebut. Kaca merupakan produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari.

Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak sempat menyusun diri secara teratur.

Dari segi kimia, kaca merupakan gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali serta alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) serta proses pembentukannya.

Untuk membuat berbagai jenis kaca, digunakan pasir kaca dalam jumlah yang besar. Sebagai fluks bagi silika ini, dipakai soda abu, kerak garam, batu gamping serta gamping. Di samping itu, banyak pula dipakai oksida timbal, abu mutiara (kalsium karbonat), saltpeter, boraks, asam borat, asam trioksida, feldspar, dan fluorspar bersama berbagai jenis oksida, karbonat serta garam-garam logam lain untuk membuat kaca berwarna. Dalam operasi penyelesaian, banyak pula dipakai berbagai produk lain seperti abrasif serta asam fluorida.

Baca Juga:

Pasir yang digunakan untuk membuat kaca haruslah kuarsa yang hampir murni. Oleh karena itu, lokasi pabrik kaca biasanya ditentukan oleh lokasi endapan pasir kaca. Kandungan besinya tidak boleh melebihi 0,45% untuk barang gelas pecah belah atau 0,015% untuk kaca optic, sebab kandungan besi ini bersifat merusak warna kaca pada umumnya.
Soda (Na2O) terutama didapat dari soda abu padat (Na2CO3). Sumber lainnya merupakan bikarbonat, kerak garam, dan natriun nitrat. Yang tersebut terakhir ini sangat berguna untuk mengoksidasi besi dan untuk mempercepat pencairan. Sumber gamping (CaO) yang terpenting ialah batu gamping serta gamping bakar dari dolomite (CaCO3. MgCO3) yang berfungsi untuk memberikan MgO pada campuran.

Feldspar mempunyai rumus umum R2O. Al2O3.6SiO2, dimana R2O dapat berupa Na2O atau K2O atau campuran keduanya. Sebagai sumber Al2O3, feldspar mempunyai banyak keunggulan dibanding produk lain, karena murah, murni, dan dapat dilebur. Dan seluruhnya terdiri dari oksida pembentuk kaca. Al2O3 sendiri digunakan hanya bila biaya tidak merupakan masalah. Feldspar juga merupakan sumber Na2O atau K2O dan SiO2. Kandungan aluminanya dapat menurunkan titik cair kaca serta memperlambat terjadinya devitrifikasi.

Borax atau Natrium Tetra Borate ialah bahan campuran yg menambahkan Na2O dan boron oksida pada kaca. Walaupun tidak sering dipakai dalam kaca jendela atau kaca lembaran, natrium tetraborate sekarang banyak digunakan didalam berbagai jenis kaca pengemas. Kaca borat berindeks tinggi dan mempunyai nilai dispersi lebih rendah dan indeks refraksi yang lebih tinggi dari semua kaca yang dikenal. Kaca ini biasa digunakan untuk kaca optik. selain daya fluksnya yang kuat, boraks tak hanya bersifat menurunkan koefisien ekspansi tapi juga meningkatkan ketahanan terhadap aksi kimia. Asam borat digunakan dalam tumpak yang memerlukan hanya sedikit alkali. Harganya hampir dua kali boraks.

Kisah Romeo dan Julia

Kisah Romeo dan Julia

Kisah Romeo dan Julia – Di dunia ini sudah tidak asing lagi mendengar nama Romeo dan Julia yang kisah cintanya sangat romantis dan sedih, sekian banyaknya kisah cinta romantis dan sedih tidak ada 1 kisah pun yang bisa mengalahkan kisah Romeo dan Julia.

tragedi karya William Shakespeare yang ditulis pada awal kariernya. Tragedi ini mengisahkan sepasang mempelai muda yang saling jatuh cinta, namun terhalang karena kedua keluarga mereka saling bermusuhan. Romeo, dan Julia merupakan salah satu karya Shakespeare yang paling terkenal, dan juga merupakan salah satu karyanya yang paling sering dipentaskan selain Hamlet dan Macbeth.

Baca Juga:

Romeo dan Julia awalnya merupakan roman tragik pada zaman kuno. Cerita Romeo, dan Julia dibuat berdasarkan cerita di Italia, yang diubah menjadi sajak dalam The Tragical History of Romeus and Juliet oleh Arthur Brooke tahun 1562, dan diceritakan kembali dalam bentuk prosa pada Palace of Pleasure karya William Painter tahun 1582. Shakespeare meminjam ide dari keduanya, tetapi lebih mengembangkan karakter pendukung, terutama Mercutio dan Paris, untuk memperluas jalan cerita. Ditulis antara tahun 1591 hingga 1595, Romeo, dan Julia pertama kali dipentaskan tahun 1597.

Shakespeare menggunakan struktur dramatik. Efek seperti perubahan antara komedi, dan tragedi menjadi ketegangan yang memuncak, perluasan karakter kecil, dan penggunaan sub-plot untuk membubuhi cerita, telah dipuji sebagai salah satu tanda awal bakat dramatik Shakespeare. Drama ini berasal dari berbagai bentuk puisi, dan karakter, yang kadang-kadang mengubah jalur pengembangan karakter. Contohnya Romeo yang semakin mahir dalam menyusun soneta selama cerita berlangsung

Romeo dan Julia telah berkali-kali dipentaskan dalam bentuk drama, film, musikal, dan opera. Selama Restorasi Inggris, drama ini dihidupkan kembali, dan direvisi oleh William Davenant. David Garrick juga mengubah beberapa bagian, dan adaptasi opera oleh Georg Benda menghilangkan banyak aksi, dan menambah akhir yang bahagia. Penampilan pada abad ke-19, seperti oleh Charlotte Cushman, menggunakan naskah asli Romeo, dan Julia, dan lebih fokus pada realisme yang lebih besar. Pada abad ke-20, Romeo, dan Julia telah diadaptasi kedalam berbagai versi seperti film Romeo and Juliet tahun 1936. Di Indonesia sendiri, terjemahan ke dalam bahasa Indonesianya yang berjudul Romeo, dan Julia dilakukan oleh Trisno Sumardjo.

1 2