Reinkarnasi Ruth Simmons

Reinkarnasi Ruth Simmons

duniaserbaserbi.web.id – Reinkarnasi Ruth Simmons, Salah satu kisah reinkarnasi yang paling terkenal adalah bahwa dari Ruth Simmons. Pada tahun 1952, ia menjalani serangkaian sesi hipnosis selama terapisnya, Morey Bernstein, kemunduran kembali ke kelahirannya.

Dia tiba-tiba mulai berbicara dengan aksen Irlandia berat dan ingat banyak detail spesifik dari hidupnya sebagai Bridey Murphy, yang pernah tinggal di Belfast, Irlandia pada abad ke-19.

Tidak banyak hal yang ia sebutkan dapat diverifikasi. Namun, ia teringat dua orang dari siapa ia digunakan untuk membeli makanan-nya Mr John Carrigan dan Mr Farr. Direktori kota untuk 1865-1866 mencantumkan dua individu sebagai pedagang. Kisah ini ditampilkan dalam sebuah film dari tahun 1956 berjudul The Search for Bridey Murphy.

Satu dari hasil riset Ian Stevenson ialah seorang anak bernama Ravi Shankar dilahirkan 1951 di kota Kanaiy, India Utara. Ayahnya bernama Ram Gupta; sejak berumur dua tahun, si anak bersikeras bahwa ayah sebenarnya adalah seorang bankir bernama Jogeshwar. Dia juga mengatakan bahwa pada kehidupan lalunya dia dibunuh dengan digorok tenggorokannya oleh dua orang – Chaturi dan Jamahar.

Baca juga : Kisah Dorothy Eady, Biarawati Jaman Mesir Kuno

Sebagai bukti, si anak menunjuk tanda lahir di lehernya, yang memang bertanda-lahir seperti bekas luka potong. Penyelidikan kemudian membuktikan bahwa ternyata setengah mil dari kediaman mereka, ada seorang bernama Jogeshwar yang mempunyai anak laki-laki bernama Munna yang telah dibunuh, persis seperti yang digambarkan oleh Ravi Shankar.

Yang berwajib sejauh ini memang sangat mencurigai dua orang sebagai pembunuhnya, seorang binatu bernama Chaturi dan seorang bankir bernama Jamahar, namun mereka dibebaskan karena kurangnya bukti. Munna dibunuh enam bulan sebelum Ravi lahir.

Kisah Dorothy Eady, Biarawati Jaman Mesir Kuno

Kisah Dorothy Eady, Biarawati Jaman Mesir Kuno

duniaserbaserbi.web.id – Kisah Dorothy Eady, Biarawati Jaman Mesir Kuno adalah seorang wanita Inggris yang mengalami fenomena reinkarnasi yang sangat menggemparkan Inggris dan Mesir.

Satu-satunya manusia yang dilaporkan mengalami reinkarnasi seorang tokoh “biarawati” pelayan kuil Osiris di zaman Firaun Seti I Mesir Kuno dari masa 1320–1200 sebelum Masehi. Ia kemudian dikenali sebagai Omm Sety.

Kisah spektakuler yang kontroversial tentang Dorothy Eady dimulai dari sebuah tempat di London, Inggris, saat ia berusia 3 tahun. Dalam sebuah insiden, Dorothy kecil terjatuh dari lantai atas rumahnya.

Ia mengalami koma dan akhirnya tim dokter yang merawatnya menjatuhkan vonis meninggal dunia pada balita kelahiran 16 Januari 1904 itu. Saat itu tanda-tanda kehidupan dan seluruh organ vital Dorothy memang berhenti beraktivitas.

Tiada yang tahu bagaimana terjadinya, namun sekian saat setelah tubuh Dorothy akan disemayamkan, ternyata anak perempuan kecil itu tiba-tiba bangkit kembali dari kematian dalam kondisi segar bugar. Seluruh keluarga terperanjat. Namun, tak ada yang tahu bahwa sebuah pintu dimensi dari masa lalu telah terbuka dan sebuah jiwa dari masa Mesir Kuno merangsek masuk ke tubuh Dorothy kecil yang hampir kaku.

Namun sejak vonis kematiannya, Dorothy Eady yang hidup kembali itu memiliki kepribadian yang berbeda sama sekali dengan Dorothy Eady yang dikenal ayah ibunya.

Bocah tiga tahun ini memiliki kepribadian yang jauh lebih dewasa dan senantiasa bermimpi tentang kuil-kuil Mesir Kuno. Ia selalu berkisah tentang Mesir Kuno, dinasti Firaun Seti I dan mampu mendeskripsikan kehidupan di sekitar kuil Mesir Kuno seribuan tahun sebelum masehi. Dorothy Eady juga kerap menuntut ayah ibunya untuk memulangkannya ke tempat tinggalnya. Ayah dan ibunya yang keturuan Irlandia itu sama sekali tak mengerti maksud putri mereka tentang “pulang ke tempat tinggalnya”.

Museum

Sejalan bertambahnya usia, Dorothy Eady semakin berminat dan tertarik pada literatur dan semua hal yang berbau Mesir. Maka suatu ketika ia diajak berkunjung ke British Museum di London, Dorothy Eady begitu tergila-gila dengan ruang pamer benda-benda peninggalan Mesir Kuno. Ia merasa bahwa semua peninggalan Mesir Kuno itu adalah bagian dari kehidupannya. Ia menciumi patung-patung Dewa Mesir, memeluk peti-peti mummy dan bertingkah aneh dengan suaranya tiba-tiba lebih berat dan sarat kerinduan ketika berkata “ini adalah bagian dari keluarga dan rumahku!”

Ia kemudian menyewa tempat tinggal di dekat British Museum dan bergaul dengan Ernest A Wallis Budge seorang kurator dan pakar Mesir di museum tersebut. Ia memperdalam kajian hiroglif dan sejarah Mesir Kuno. Para pakar di British Museum dan ahli Mesir Kuno terperanjat akan pengetahuan dan kemahiran Dorothy dalam menuliskan dan menerjemah hiroglif Mesir Kuno dan kedalaman pengetahuannya tentang detail kuil-kuil Mesir Kuno dari zaman Firaun Seti I.

Baca juga : Kisah Tang JiangShan

Padahal Dorothy sama sekali tidak pernah belajar dan dibimbing dalam hal tersebut, namun kemampuan itu muncul begitu saja dengan sangat mengagumkan. Dorothy sendiri mengaku dirinya adalah titisan dari seorang biarawati pelayan kuil Osiris di Abydos yang pernah hidup di masa antara 1320–1200 sebelum Masehi. Ia merasa telah bereinkarnasi dalam tubuh Dorothy Eady. Setelah menikah dengan seorang pemuda Mesir (1933) ia pun mencapai tujuan yang sejak kecil menghantuinya: kembali ke kuil Osiris dan menjejak kaki kembali di tanah Mesir! Keahlian Dorothy yang luar biasa tentang Mesir Kuno melebihi pengetahuan para sarjana tentang Mesir.

Hal ini kemudian menuntunnya pada perjalanan ke Mesir. Ia kemudian mendapat pekerjaan sebagai asiten arkeolog dalam penggalian di situs Giza di Kairo, dan sering dipekerjakan oleh para ahli yang memperdalam kebudayaan tentang Mesir Kuno. Ia melakukan itu selama dua puluh tahun lebih. Dorothy Eady pernah ikut sebagai pembantu utama dalam proyek penelitian Dr Selim Hassan yang kemudian mempublikasikan Penggalian Situs Giza. Ia pernah juga bekerja pada Dr Ahmed Fakhry sebagai konsultan dan asisten pada penelitian piramid di Dahshur.

Dalam dua studi dan penggalian situs Mesir kuno ini perannya sangat menonjol dan sungguh mengagumkan kedua pakar Mesir kuno itu. Dorothy sangat memahami budaya dan arsitektur serta sistem pemujaan dewa-dewa di zaman Mesir Kuno. Ia memberikan gambaran yang detail, menerjemahkan hiroglif degan mudah, dan memberi saran-saran ilmiah yang ternyata sejalan dengan fakta sejarah yang kemudian ditemukan para ahli Mesir. Dari berbagai pengalaman kerja dengan para pakar kelas dunia ini ia pun semakin populer di kalangan peneliti budaya Mesir Kuno. Bahkan kisah hidup Dorothy Eady yang berganti nama menjadi Omm Sety (yang artinya ibunda
Seti) menarik perhatian dunia.

Kisahnya sudah dibukukan dan difilmkan sebagai fenomena sebuah reinkarnasi! Dorothy memang menghabiskan masa tuanya di kuil Osiris di Abydos, dan menjadi penjaga kuil kuno tersebut, karena kemampuan dan keahliannya tentang Mesir Kuno yang amat spektakuler. Apakah Dorothy memang reinkarnasi dari seorang wanita yang pernah hidup ribuan tahun lalu di sebuah kuil di Mesir?* Sejak bangkit kembali dari “kematian”, Dorothy Eady kemudian menjadi sorotan publik. Menjadi satu bukti tentang teori reinkarnasi.

Keterkejutan dunia karena Dorothy di bawah usia 3 tahun dan Dorothy di atas 3 tahun ternyata adalah dua pribadi yang berbeda dalam satu tubuh. Dihubungkan oleh sebuah insiden yang membuka pintu dimensi dunia astral dan dunia nyata. Walau sebagian orang tak yakin akan teori reinkarnasi, setidaknya masih menyisakan tanya dari mana semua pengetahuan Dorothy Eady tentang detail Mesir Kuno?

Ia sangat mahir menerjemahkan hiroglif Mesir Kuno tanpa pernah belajar. Bisa memberikan gambaran tepat tentang beberapa detail kuil Osiris di Abydos yang dibangun pada dinasti Firauan Seti I. Sejak lama Dorothy Eady telah sering memimpikan sebuah kuil di wilayah Abydos, Mesir dekat Sungai Nil. Ia mengaku telah melakukan perjalanan astral lewat dunia mimpi ke berbagai sudut kuil tersebut.

Anehnya, walau belum pernah berkunjung ke sana, Dorothy bisa memberikan beberapa detail kuil Osiris dan Firaun Seti di Abydos dengan sempurna. Keinginan “kembali” ke Mesir, mendorong sosok reinkarnasi di tubuh Dorothy Eady mencari jalan untuk meuwujudkan semua keinginannya. Belakangan setelah cukup dewasa, ia pun pasca Perang Dunia Pertama di tahun 1933, ia menikah dengan seorang pemuda Mesir dan mendapat seorang anak tunggal yang diberi nama Seti.

Sejak itu ia merubah namanya menjadi Omm Sety (Um Seti). Setelah menikah ia tinggal di Mesir dan bekerja pada bidang arkeologi dan sejarah. Selama 19 tahun tinggal di Kairo, Mesir, ia belum sempat berkunjung ke Abydos. Pada kurun tahun 1953, di usia akhir 49 tahun, ia pun untuk pertama kali melakukan kunjungan ziarah ke kuil Firaun Seti di Abydos yang juga tempat makam dewa Osiris Mesir kuno.

Beberapa tahun kemudian, ia dipindahtugaskan ke Departemen Purbakala Mesir sebagai asisten khusus. Saat itulah ia mendirikan rumah yan tak jauh dari situs Abydos. Keinginan yang kuat setelah mengabdi dan mendedikasikan semua pengetahuannya akan Mesir kuno terutama tentang kuil Firaun Seti I dan Osiris di Abydos, selama lebih dari 20 tahun, Dorothy Eady yang bersalin nama menjadi Omm Sety pun kembali ke Abydos di tahun 1956.

Sejak saat itu, ia setiap hari selalu berada di lokasi situs Abydos, terutama di kuil Firaun Seti I (Pharaoh Sety I) dan Kuil Osiris. Ia menghabiskan masa tua sampai akhir hayatnya di kuil bangunan Mesir kuno itu. Mengabdikan diri pada pelestarian adat budaya zaman Mesir kuno, ia menjadi perawat tetap kuil tersebut, dan melakukan ritual yang bahkan sudah tidak diketahui oleh orang-orang Mesir kini.

Menurut sejumlah pakar dan ahli sejarah Mesir kuno, sebagai titisan biarawati pemuja Osiris ia adalah satu-satunya bukti hidup yang masih mempraktikkan ritual kuno yang hanya ditemukan lewat hiroglif kuno usia ribuan tahun. Dorothy Eady mempraktikkan ritus agama Mesir kuno tersebut yang membuat ahli kagum sekaligus mengakui detail penguasaannya akan kebudayaan Mesir kuno.

Tahun 1973, Dorothy yang berusia 69 tahun meninggalkan wasiat penting pada pejabat berkompeten atas kuil Abydos. Ia memohon pemerintah dan para pegawai di situs purbakala itu bersedia memakamkan jasadnya kelak di dekat kompleks situs kuil Firaun Seti dan Kuil Osiris, Abydos, agar kematian keduanya tenang.

Delapan tahun kemudian di usia 77 tahun (1981), Dorothy Eady alias Omm Sety wafat dalam damai. Sesuai wasiatnya, pemerintah setempat memakamkannya di belakang situs kuil Firaun Seti I di Abydos. Sebuah penghargaan tertinggi pemerintah dianugerahkan kepadanya sebagai pakar ahli Mesir Kuno zaman Dinasti kesembilanbelas Firaun Seti.

Apa itu PTSD (Gangguan Stress Pasca Trauma)

Apa itu PTSD (Gangguan Stress Pasca Trauma)

duniaserbaserbi.web.id – Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau disebut juga Gangguan Stress Pasca Trauma merupakan penyakit mental yang mampu mempengaruhi banyak orang.

Data statistik WHO menunjukkan 300 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan depresi dan 260 juta orang menderita gangguan kecemasan. Gangguan stres pasca trauma adalah kondisi mental berkembang setelah si penderitanya mengalami kejadian traumatis.

Kejadian traumatis yang dimaksud sangat banyak, bisa trauma karena kecelakaan, kehilangan sesuatu yang berharga, pelecehan seksual, perang dan sebagainya.

Meskipun ada banyak orang yang pulih dari gejala PTSD secara singkat, beberapa orang yang mengalami gejala PTSD tidak dapat mengatasinya selama berbulan-bulan atau bahkan lebih lama.

Baca juga : Bahan Dasar Membuat Kaca

Penderita PTSD yang sulit mengobati traumanya secara tidak sadar mengembangkan ketakutan irasional dan akan merasa terancam dalam kondisi normal. Jelas hal tersebut sangat membutuhkan bantuan dari profesional.

Ada empat ciri orang yang terkena efek PTSD. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua orang yang baru mengalami kejadian traumatis langsung terlihat terkena gejala PTSD, banyak dari penderitanya baru terlihat satu bulan kemudian atau lebih.

Berikut adalah ciri-ciri orang yang terkena PTSD:

1. Selalu merasa dihantui gejala tersebut

Penderitanya akan selalu teringat kembali momen traumatis yang pernah menimpa dirinya, melalui kilas balik, mimpi buruk, pikiran menakutkan, dan sebagainya. Jelas, hal tersebut akan menghambat aktivitas rutin mereka. Pemicunya bisa dari pikiran mereka sendiri atau benda-benda yang ada di sekitarnya mengingatkannya kembali pada kejadian tersebut.

2. Gejala penghindaran

Penderitanya akan mencoba sebaik mungkin untuk mengisolasi diri mereka dari peristiwa, benda, tempat atau bahkan perasaan juga pikiran yang mengingatkan mereka tentang kejadian traumatis yang mereka alami. Gejala-gejala ini juga secara signifikan mengganggu aktivitas di dalam kehidupan mereka sehari-hari dan bisa sangat sulit untuk diatasi.

3. Reaktivitas atau gejala gairah

Dalam kondisi ini, orang yang mengekspresikan kelelahan, ketegangan atau kecemasan yang tidak terkendali, tidak dapat tidur dengan baik, memiliki frekuensi perubahan suasana hati dan ledakan suasana hati yang tidak normal atau selalu khawatir tentang peristiwa berbahaya yang terjadi (hiper-rangsangan). Sebagai akibatnya, mereka mungkin menggunakan narkoba dan kegiatan tidak sehat untuk mengatasi gejala PTSD ini.

4. Gejala kognitif

Gejala ini juga termasuk kesulitan dalam mengingat atau berkonsentrasi, kehilangan minat dalam kegiatan yang pernah mereka nikmati, menyalahkan diri sendiri atau merasa bersalah, merasa tidak bahagia dan hampa, bersikap skeptis terhadap niat orang lain, dan berpikir negatif secara umum hampir pada semua hal. Gejala-gejala ini dapat dengan cepat memburuk dan membuat si penderita menarik diri atau mengasingkan diri dari keluarga, teman, dan sebagainya.

Hasil paling umum dari pengembangan gejala-gejala tersebut adalah depresi, kecemasan, keputusasaan, kecanduan narkoba dan gejala-gejala fisik lainnya seperti rasa sakit, kehidupan pribadi dan hubungan pribadi, dan lain-lain.

Bagaimana cara mengatasi atau mengobatinya? PTSD tidak cukup diobati dengan mendatangi seorang dokter dan segera mengobatinya.

Anda harus berbicara dan datang kepada seorang terapis yang berkualifikasi untuk melakukan psikoterapi. Psikoterapi merupakan solusi pertama untuk mengobati gelaja PTSD.

Ada juga obat-obatan yang tersedia untuk penyakit mental ini. Tetapi, beberapa obat memiliki sifat adiktif sehingga Anda harus mendapatkan obat-obatan ini sesuai dengan yang ditentukan oleh psikoterapis.

Bahan Dasar Membuat kaca

Bahan Dasar Membuat Kaca

Bahan Dasar Membuat Kaca – Kaca ada salah satu barang yang bisa kita jumpai di mana saja, namun tidak banyak yang kita ketahui tentang mengenai kaca tersebut. Kaca merupakan produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari.

Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak sempat menyusun diri secara teratur.

Dari segi kimia, kaca merupakan gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali serta alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) serta proses pembentukannya.

Untuk membuat berbagai jenis kaca, digunakan pasir kaca dalam jumlah yang besar. Sebagai fluks bagi silika ini, dipakai soda abu, kerak garam, batu gamping serta gamping. Di samping itu, banyak pula dipakai oksida timbal, abu mutiara (kalsium karbonat), saltpeter, boraks, asam borat, asam trioksida, feldspar, dan fluorspar bersama berbagai jenis oksida, karbonat serta garam-garam logam lain untuk membuat kaca berwarna. Dalam operasi penyelesaian, banyak pula dipakai berbagai produk lain seperti abrasif serta asam fluorida.

Baca Juga:

Pasir yang digunakan untuk membuat kaca haruslah kuarsa yang hampir murni. Oleh karena itu, lokasi pabrik kaca biasanya ditentukan oleh lokasi endapan pasir kaca. Kandungan besinya tidak boleh melebihi 0,45% untuk barang gelas pecah belah atau 0,015% untuk kaca optic, sebab kandungan besi ini bersifat merusak warna kaca pada umumnya.
Soda (Na2O) terutama didapat dari soda abu padat (Na2CO3). Sumber lainnya merupakan bikarbonat, kerak garam, dan natriun nitrat. Yang tersebut terakhir ini sangat berguna untuk mengoksidasi besi dan untuk mempercepat pencairan. Sumber gamping (CaO) yang terpenting ialah batu gamping serta gamping bakar dari dolomite (CaCO3. MgCO3) yang berfungsi untuk memberikan MgO pada campuran.

Feldspar mempunyai rumus umum R2O. Al2O3.6SiO2, dimana R2O dapat berupa Na2O atau K2O atau campuran keduanya. Sebagai sumber Al2O3, feldspar mempunyai banyak keunggulan dibanding produk lain, karena murah, murni, dan dapat dilebur. Dan seluruhnya terdiri dari oksida pembentuk kaca. Al2O3 sendiri digunakan hanya bila biaya tidak merupakan masalah. Feldspar juga merupakan sumber Na2O atau K2O dan SiO2. Kandungan aluminanya dapat menurunkan titik cair kaca serta memperlambat terjadinya devitrifikasi.

Borax atau Natrium Tetra Borate ialah bahan campuran yg menambahkan Na2O dan boron oksida pada kaca. Walaupun tidak sering dipakai dalam kaca jendela atau kaca lembaran, natrium tetraborate sekarang banyak digunakan didalam berbagai jenis kaca pengemas. Kaca borat berindeks tinggi dan mempunyai nilai dispersi lebih rendah dan indeks refraksi yang lebih tinggi dari semua kaca yang dikenal. Kaca ini biasa digunakan untuk kaca optik. selain daya fluksnya yang kuat, boraks tak hanya bersifat menurunkan koefisien ekspansi tapi juga meningkatkan ketahanan terhadap aksi kimia. Asam borat digunakan dalam tumpak yang memerlukan hanya sedikit alkali. Harganya hampir dua kali boraks.

Kisah Romeo dan Julia

Kisah Romeo dan Julia

Kisah Romeo dan Julia – Di dunia ini sudah tidak asing lagi mendengar nama Romeo dan Julia yang kisah cintanya sangat romantis dan sedih, sekian banyaknya kisah cinta romantis dan sedih tidak ada 1 kisah pun yang bisa mengalahkan kisah Romeo dan Julia.

tragedi karya William Shakespeare yang ditulis pada awal kariernya. Tragedi ini mengisahkan sepasang mempelai muda yang saling jatuh cinta, namun terhalang karena kedua keluarga mereka saling bermusuhan. Romeo, dan Julia merupakan salah satu karya Shakespeare yang paling terkenal, dan juga merupakan salah satu karyanya yang paling sering dipentaskan selain Hamlet dan Macbeth.

Baca Juga:

Romeo dan Julia awalnya merupakan roman tragik pada zaman kuno. Cerita Romeo, dan Julia dibuat berdasarkan cerita di Italia, yang diubah menjadi sajak dalam The Tragical History of Romeus and Juliet oleh Arthur Brooke tahun 1562, dan diceritakan kembali dalam bentuk prosa pada Palace of Pleasure karya William Painter tahun 1582. Shakespeare meminjam ide dari keduanya, tetapi lebih mengembangkan karakter pendukung, terutama Mercutio dan Paris, untuk memperluas jalan cerita. Ditulis antara tahun 1591 hingga 1595, Romeo, dan Julia pertama kali dipentaskan tahun 1597.

Shakespeare menggunakan struktur dramatik. Efek seperti perubahan antara komedi, dan tragedi menjadi ketegangan yang memuncak, perluasan karakter kecil, dan penggunaan sub-plot untuk membubuhi cerita, telah dipuji sebagai salah satu tanda awal bakat dramatik Shakespeare. Drama ini berasal dari berbagai bentuk puisi, dan karakter, yang kadang-kadang mengubah jalur pengembangan karakter. Contohnya Romeo yang semakin mahir dalam menyusun soneta selama cerita berlangsung

Romeo dan Julia telah berkali-kali dipentaskan dalam bentuk drama, film, musikal, dan opera. Selama Restorasi Inggris, drama ini dihidupkan kembali, dan direvisi oleh William Davenant. David Garrick juga mengubah beberapa bagian, dan adaptasi opera oleh Georg Benda menghilangkan banyak aksi, dan menambah akhir yang bahagia. Penampilan pada abad ke-19, seperti oleh Charlotte Cushman, menggunakan naskah asli Romeo, dan Julia, dan lebih fokus pada realisme yang lebih besar. Pada abad ke-20, Romeo, dan Julia telah diadaptasi kedalam berbagai versi seperti film Romeo and Juliet tahun 1936. Di Indonesia sendiri, terjemahan ke dalam bahasa Indonesianya yang berjudul Romeo, dan Julia dilakukan oleh Trisno Sumardjo.

1 2