Benda Aneh yang Pernah Dimakan Manusia

Benda Aneh yang Pernah Dimakan Manusia

Duniaserbaserbi.web.id – Setiap individu dari berbagai usia dan kalangan tentu membutuhkan makan untuk bertahan hidup. Namun tak sekedar makan, kita juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Ada baiknya kita mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi.

Mengonsumsi makanan sehat tentu sudah menjadi kewajiban. Misalnya setiap hari kita wajib mengonsumsi makanan yang mengandung protein, karbohidrat, serat, vitamin dan lain sebagainya. Makanan tersebut tentunya yang bersumber dari hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Namun tahukah kalian ada orang yang nyatanya mengonsumsi benda tak biasa layaknya sebuah makanan. Tak percaya? Berikut benda aneh yang pernah dikonsumsi manusia layaknya makanan.

Abu Jenazah

Seorang wanita bernama Casie sangat terpukul dengan meninggalnya sang suami. Lantaran ingin mengenang memori tentang suaminya Casie memutuskan memakan abu jenazah suaminya. Menurut Casie, abu jenazah tersebut terasa seperti pasir dan berbau telur busuk.

Batu

Wanita asal China bernama Luo Kairong memiliki kebiasaan unik. Selama 7 tahun ia memakan batu. Kebiasaan ini dimulai karena kondisi kemiskinan di keluarganya yang menyebabkan ia harus makan tanah dan kemudian batu.

Baca Juga : Beberapa Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Di Luar Negeri

Sofa

Seorang wanita bernama Adele memiliki kesukaan pada bantal dan sofa yang nyaman. Sakin terasa nyaman, perempuan dari Florida ini memakan busa sofa. Bahkan ia juga memakan benda berbulu sintetis yang menurutnya enak.

Paku

Seorang pria asal Ethiopia harus dilarikan ke rumah sakit karena muntah. Pria bernama Gazehegn Debebe itu ternyata telah menelan paku dan besi lain. Tak tanggung-tanggung saat operasi ditemukan 222 benda metal di perutnya.

Pembalut kotor

Seorang wanita asal New York bernama Keyshia memiliki kebiasaan sangat aneh pasalnya dia kerap memakan pembalut kotor. Kebiasaan tersebut bermula saat ia sering membawa pembalut kotor. Lama-lama menyukainya dan memakan pembalut kotor layaknya permen. Duh, kok bisa ya?

Related posts